Penyakit Ini Lebih Mudah Menyerang Saat Stres

Penyakit Ini Lebih Mudah Menyerang Saat Stres

Stres adalah suatu kondisi yang sangat umum. Anda merasa jantung Anda berdebar kencang, telapak tangan berkeringat, dan perut bergejolak saat Anda sedang stres, mungkin ketika Anda akan menghadapi wawancara kerja atau acara penting seperti pernikahan. Anda juga merasakannya saat Anda terbebani dengan pekerjaan, ketika Anda sedang mengalami krisis, atau ketika Anda menghadapi sumber rasa takut seperti anjing yang marah atau saat terbang dengan pesawat.

Tetapi berlawanan dengan kepercayaan umum, stres sebenarnya merupakan respons biologis. Tubuh kita telah dirancang untuk dapat mendeteksi dan bereaksi terhadap stres. Bahkan, stres bersifat baik. Stres hanya menjadi berbahaya bila bersifat kronis.

Ada beberapa penyakit yang mudah menyerang jika stres sedang melanda, sebagai efek samping yang harus dialami tubuh. Apa saja? laman Care2 melansirnya untuk Anda seperti dipaparkan di bawah ini:

  • Kulit keriput

Secara alami tubuh akan memproduksi hormon cortisol atau hormon stres, yang menyebabkan kulit menghasilkan minyak tubuh lebih banyak. Hal itu memicu munculnya penyakit kulit seperti eczema atau eksim.

  • Pikun

Tentu Anda tak ingin mengalami pikun bukan? Namun jika sering mengalami stres maka pikun bisa terjadi walau Anda tidak kehendaki. Hormon stres, kortisol ternyata bekerja menurunkan kinerja otak pre-frontal cortex. Bagian otak tersebut merupakan penyimpanan ingatan jangka pendek. Jika terus terganggu maka proses penyimpanan informasi juga terganggu.

  • Nyeri otot

Stres juga adalah salah satu penyebab nyeri otot, karena menimbulkan tekanan dan ketegangan di otot tubuh seperti bagian pundak, leher, punggung juga rahang.

  • Rambut rontok

Kerontokan rambut yang berlebihan adalah indikasi bahwa Anda sedang stres. Jumlahnya bisa lebih dari 100 helai per hari, dan jika dibiarkan dapat memicu kebotakan. Anda bisa mengatasi atau mengurangi kerontokan tersebut dengan banyak konsumsi makanan berprotein semacam ikan, vitamin D, asam lemak omega 3, serta kacang-kacangan.

  • Turunkan libido

Stres juga berpengaruh terhadap penurunan libido, yang jika dibiarkan lama kelamaan dapat menyebabkan sulit mendapat keturunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *